Nama lengkapku menurut pemberian dari manusia adalah Adi Suherman....namun konon menurut brita kabar dari para kyai/ulama salaf setiap manusia sudah mempunyai nama pemberian dari allah s.w.t wallahhualam bissawab...konon nama ku adalah Abdurrahman...yg artinya Abdu adalah hamba dan Rahman adalah Pengasih jadi jika disatukan menjadi Hamba yg Pengasih....
Konon Aku lahir pada tahun 1979 bln Oktober tgl 18...kenapa aku katakan konon karena sejatinya aku sendiri jg orang tua yg kuanggap sebagai orang tuaku selama ni jg tidak tahu pasti kapan tepatnya aku lahir di bln dan tglnya namun jk ditahun mereka merasa pasti bahwa aku terlahir di tahun 1979.
Bahkan ketika ku tanyakan pada kakakku sendiri ketika dia masih hidup dia msendiri bingung tuk menjawabnya & lebih mengatakan dgn bijak bahwa papah & mamah adalah orang tua kita yg membesarkan kita dari bayi hingga saat ini...jadi tak perduli darimana & bagaimana silsilah darah keluarga sebenarnya berasal walaupun konon mennurut desas desus dari orang2 sekitar bahwa kami bukanlah anak kandung dari papah & mamah.
Dari sejak umur bayi hingga 10th aku masih percaya dalam hati bahwa papah & mamahku adalah orang tua kandung, namun setelah beranjak besar lalu dewasa barulah ku tahu kebenaran yg sebenarnya ttg siapa kami berdua ini.
Sejak bayi hingga berkembang tumbuh menjadi besar ku berada dalam lingkungan sebuah keluarga yg boleh dibilang jika di lihat dari faktor ekonomi yg serba kecukupan karena Papah adalah seorang pengusaha yg bergerak di bidang Perbengkelan otomotif yg kala itu cukup terkenal tidak hanya didalam kota saja namun hingga keluar kota, dan didalam keluarga besar kami Papah adalah sosok yg amat disegani dan dihormati bahkan keputusannya adalah seperti sebuah keputusan sang hakim, yg mutlak harus dimintai pendapatnya juga keputusan pemikiran2nya terhadap sebuah masalah didalam keluarga besar tsb, padahal Papah adalah anak bungsu dari keluarga Ningrat China-Jawa tsb namun wibawa jg kharismanya melebihi kakak2nya, bahkan tak ada 1 orgpun berani membuat/berbuat kesalahan didepan Papah termauk kakak2nya.
Namun dari sejak kecil ku sudah bisa berfikir & menyadari akan konflik juga komplikasi keimanan dalam keluarga besar ningrat tsb. Keluarga yg terdiri dari 2 agama, 2 adat istiadat juga tradisi, bagi mereka yg namanya agama adalah hanya sebuah formalitas saja tidak menjadi sebuah suatu hal yg teramat penting. Yaaah.. boleh dibilang Tuhan itu adalah sosok yg bisa berikan mereka kebahagiaan duniawi, mereka tak mau berfikir jauh ttg masalah bagaimana ttg kehidupan setelah kematian & siapa atau ttg keeksistensian Tuhan di alam dunia ini. Sungguh lah amat rumit tuk dijabarkan jika harus mengupas ttg keimanan yg ada didalam otak mereka.
Namun sejak kecil ku sendiri anehnya tidak terbawa arus akan paradigma mereka terhadap agama/keyakinan keimanan, aku mempunyai keimanan & kepercayaan tersendiri dalam benak hatiku jg fikiranku, entah mengapa hati & fikiranku lebih jauh condong terhadap 1 agama yg disebut yaitu Islam, bagiku nama Allah adalah suatu nama yg Indah & menyejukan didalam relung hatiku begitu jg dgn sebuah nama yaitu Muhammad s.a.w.
Dari umur 5th ku sudah lebih senang bermain di sekitar mushola atau masjid bahkan jika menjelang maghrib tiba ketika para anak2 kecil seumuranku kala itu pergi mengenakan sarung jg peci lalu menjinjing Kitab Alquran, aku merasa amaat tertarik & sangat ingin seperti mereka dapat pergi bersama menuju mushola, bukan sekedar tuk bermain bersama mereka yg ku tuju dalam niat hatiku namun ku ingin dapat & bisa membaca isi kitab yg sering mereka bawa2 tsb yg bertuliskan huruf arab itu, sering ku intip & mendengar suara2 mereka melantunkan nada seperti org bernyanyi dgn berbahasa arab tsb sungguh indah amat teramat indah jika terdengar dalam telingaku ini hingga tak terasa air mataku sering kali bercucuran tak tertahankan tanpa kusadari sendiri, entah mengapa bisa terjadi seperti itu.
Akhirnya suatu hari aku mempunyai ide cemerlang bagaimana caranya menyesiasati aturan yg telah papah buat dalam keluarga bahwa setelah jam 6 sore tidak boleh ada anak2nya yg keluar dari dalam rumah dalam alasan apapun ! Kecuali alasan itu benar2 beralasan yg benar bukan untuk suatu kesia2an duniawi. Yachhh..akhirnya aku memberanikan diri bicara kepada Papah bahwa aku minta ijin tuk pergi ke mushola bersama anak2 tetangga, aku bilang ingin belajar bahasa arab dan bisa bernyanyi seperti anak2 tetangga melantunkan bahasa yg ada dalam kitab yg mereka bawa2 tsb, namun apa jawaban Papah ?? Beliau melarangku katanya apa untungnya bagimu jka sudah dapat seperti atau dapat berkata2 sepeprti anak2 tetangga itu ??? Apakah kamu akan jadi seorang insinyur ?? atau akan jadi seorang arsitektur ?? atau jadi seorang dokter ?? atau jadi seorang tentara yg sering katanya kamu bilang bercita2 menjadi seorang tentara ?? Kala itu aku yg masih kecil & bodoh tak dapat berkata2 apapun yg ada hanya diam & berlari kedalam kamar mengunci kamar dan menangis ! Ku hanya dapat menatap langit malam dari dalam jendela kamarku sambil berkata " wahai engkau yg mempunyai nama Allah, mengapa sungguh sulit aku ingin mengenal ttg agamamu jg ilmu2Mu itu, kau slalu hadir jika aku dalam kesulitan kupanggil namamu engkau datang menolongku dari tangan2 anak2 nakal yg suka menggangguku, kenapa engkau sendiri terasa begitu sulit untuk ku temui apalagi untuk belajar ttg ilmu2 agamamu ya allah, sebenarnya siapakah engkau dan ada dimanakah engkau kini ? dimanakah tempat singasanamu sebenarnya berada ?? bolehkah aku datang kerumahmu menjabat tanganmu ya allah ??
Nah seperti itulah kalimat yg keluar dari bibir kecilku kala itu, namun akhirnya pada suatu hari aku yg emang type anak yg tidak mudah menyerah begitu saja akan situasi suatu keadaan akhirnya berfikir dgn keras lalu menemukan jalan keluar menurut otak kecilku saat itu, yaitu aku menemukan jalan momen dgn jam waktu les tambahanku, pertama aku temui dahulu guru lees belajarku kerumahnya ditemani supir tentunya, aku katakan pada guru les ku bahwa jgn memberikan les belajar didalam rumahku karena aku suka tidak konsentrasi jika harus belajar serius dalam rumahku, aku hanya bisa belajar dan menangkap apa yg diajarkan jika didalam rumah guru lesku itu, tadinya guru lesku tidak mempercayai perkataanku & tetap menyarankan tuk mengajar les dirumahku karena itu perintah dari Papahku, hampir saja saat itu aku putus asa namun tiba2 aku ingat akan sebuah nama yg sering kusebut yaitu allah, ku memmohon dalam hati dgn amat sangat bahwa aku butuh pertolongannya agar guru lesku mau menuruti kemauanku dan mau membantuku......akhirnya tiba2 guru2 lesku mau & mengijinkan aku belajar les dirumahnya dan akan membantu bicarakan itu didepan Papahku. Sungguh amat senang & bahagianya hatiku mendengar hal tsb dari guru lesku itu.
Nah sekarang aku tinggal mengatur siasat timing atau waktu yg telah ku rancang didalam otakku ttg bagaimana aku harus bisa jg pergi ke mushola dan ikut masuk kedalam mushola belajar bersama anak2 tetanggaku itu.
Aku atur waktunya dan aku katakan pada papah bahwa aku pergi les menuju rumah guru lesku itu tidak mau diantar siapapun ! Aku katakan aku ingiin mandiri ! Dan ingin berani seperti Papah dan kakak ! Aku gak mau trus2an dibilang anak pengecut yg manja ! Akhirnya Papah tertawa & mengijinkan hal tsb padaku bahkan berkata Jadilah kamu seorang anak yg gagah berani ! Awas kalau nanti sampai pulang kerumah nangis & terdengar kabar kamu nangis sepanjang jalan ! Aku katakan pada Papah dgn lantang TIDAK AKAN TERJADI SEPERTI ITU PAH ! ADI SUMPAH !
Namun dalam benakku sendri sebetulnya masih terasa aneh & janggal ko papah bisa yaah dgn mudahnya mengijinkan aku dan mengabulkan permintaanku tsb ??? Apakah temanku yg bernama Allah itu yg membantuku tanpa setauku ??? itulah yg ada dalam benak fikiranku saat kecil.....
Jarak antara rumahku dgn rumah guru lesku jika di tempuh berjalan kaki kira2 sekitar 30mnit jadi aku berfikir dan meminta ijin pada papah berangkat ketika ada suara orang dari dalam mushola berteriak bahasa arab lewat pengeras suara atau disebut adzan maghrib karena kala itu aku belum paham apa tu namanya hehe....
Akhirnya aku setiap hari pas suara dari mushola itu terdengar aku berangkat dgn membawa tas yg isinya ku selipkan kain sarung namun tidak dgn topi/peci karena aku tak punya itu atau belum punya tp suatu saat aku bertekad akan membelinya lewat uang saku jajanku yg akan kusisihkan sedikit demi sedikit tuk beli peci jg kitab alquran seperti anak2 tetangga itu.
Pertama kali aku masuk mushola sungguh aku merasa canggung dan bingung harus bagaimana & berbicara apa terhadap orang2 jg anak2 yg ada didalam mushola itu ? Akhirnya ada seorang anak perempuan tetanggaku yaah teman sekolahku yg bernama Pipit melihatku berdiri saja diluar pintu mushola & bertanya padaku, sdg apa adi disini ? kenapa gak masuk kedalam dan sholat maghrib bersama2...sontak aku bingung menjawab pertanyaannya & merasa malu terhadapnya, yg kulakukan malah berlari menjauh dari mushola tsb mungkin Pipit bingung dgn tingkahku itu, tapi padahal aku gak benar2 pergi jauh/menjauhi mushola tsb, aku bersembunyi dibalik pohon besar disebelah mushola itu, aku hanya mengintip & lalu aku pakaikan kain sarung yg kubawa ketubuhku namun aku bingung bagaimana cara pakai ni kain ??? tapi emang dasar aku yg gak mudah menyerah kontan aku langsung membuka ikat pinggang celanaku lalu kuikatkan pada pinggangku beserta kain tsb agar tidak merosot jatuh ke bawah ! hahaha....
Lalu setelah itu aku dgn mengendap2 mendekati jendela mushola sambil ngintip apa yg dilakukan orang2 didalam sana, ketika kulihat mereka melakukan suatu gerakan yg menurut aku yg masih awam saat itu, itu adalah gerakan yg amat aneh namun amat menarik tuk disimak dan dipraktekan, akhirnya aku lakukan meniru setiap gerakan mereka, tapi aku tak tahu harus membaca apa dalam gerakan tsb karena aku dengar sang pemimpin berbicara berkata2 dgn menggunakan bahasa yg gak aku mengerti saat itu, aku hanya bisa ikuti perkataan 1 kata yg kudengar jelas ketika semua orang berbicara kata Amin ! aku berfikir dalam otakku saat itu siapakah si amin ni apakah dia salah satu temannya allah juga seperti muhammad ???
Lalu ketika saatnya tiba yg kutunggu2 yaitu acara belajar bahasa arab ! kebetulan saat itu si guru mengajarkan dgn menggunakan media papan tulis didinding mushola jadi aku bisa simak semuanya dgn jelas dari huruf pertama hingga akhir, begitu lah setiap hari kulalui dalam belajar bahasa arab didalam kitab alquran dalam waktu 2 hari aku sudah bisa hafal semua huruf dan merangkai huruf satu demi satu yaitu membacanya bergabung jg dalam 2 hari tiu aku sudah bisa beli peci dan kitab alquran kecil, yg kubeli di toko buku sepulang sekolah, karena setiap pulang sekolah aku pasti minta supir supaya mampir ke toko buku dulu, aku beli semua buku2 yg bermetode belajar huruf bahasa arab, yg kala itu aku belum tau bahwa itu buku iqro tuk belajar mengaji !